*Profil Guru* edisi Februari 2026

BULETIN FEBRUARI 2026

Ayub Ardiansyah, Thabita Aprida Sitinjak dan Joel Jevandro

2/27/2026

Berkenalan dengan Bapak Ferli,
Guru BK yang Berdedikasi

Ayub Ardiansyah, Thabita Aprida Sitinjak dan Joel Jevandro

2/27/2026

“Ramadhan tiba, Ramadhan tiba…” Ehh, nggak terasa kita sudah masuk bulan suci lagi nih! Kira-kira wawancara profil guru tetap jalan nggak ya? Pasti dong!

Yuk, kita simak hasil wawancara bersama sosok guru yang punya kontribusi besar dalam membantu menyelesaikan berbagai permasalahan siswa di SMPN 19 Kota Bengkulu!

Beliau adalah Bapak Ferli Yudi Pradinata Mendrofa, S.Pd., Gr., guru BK (Bimbingan Konseling) yang penuh dedikasi. Lahir di Bengkulu pada 7 Maret 1992, beliau menempuh pendidikan tinggi di IKIP (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Gunungsitoli.

Bapak Ferli merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Ia tumbuh dengan nilai-nilai keluarga yang kuat dan menghabiskan masa kecilnya di Bengkulu. Riwayat pendidikannya dimulai dari SDN 69 Kota Bengkulu, SMPN 09 Kota Bengkulu, SMKN 03 Kota Bengkulu, hingga akhirnya melanjutkan kuliah di IKIP Gunungsitoli, Sumatra Utara.

Sebelum mengabdi di SMPN 19 Kota Bengkulu, beliau pernah menjadi Guru BK di SMPN 1 Hiserangkai, Kabupaten Nias, Sumatra Utara. Pengalaman tersebut semakin memperdalam kemampuannya dalam menerapkan prinsip 3M, yaitu Mengenali, Membantu, dan Menyelesaikan masalah yang dihadapi siswa.

Sebagai guru BK, Bapak Ferli sangat senang berinteraksi dengan siswa. Namun, beliau juga merasa prihatin ketika masih ada siswa yang melanggar aturan sekolah, seperti membawa handphone tanpa izin, bolos sekolah, atau merokok. Menurut beliau, kebiasaan tersebut bisa berdampak pada masa depan siswa.

Dalam wawancara kali ini, Bapak Ferli juga berbagi pesan inspiratif untuk seluruh siswa, khususnya siswa SMPN 19 Kota Bengkulu, tentang pentingnya meningkatkan ibadah di bulan Ramadhan.

Beliau menyampaikan, “Karena di bulan Ramadhan ini dibukakan pintu surga dan segala amal pahala yang kita perbuat akan dilipatgandakan, maka perbanyaklah beribadah, bersedekah, dan berbuat baik kepada semua orang.”

Selain itu, beliau menekankan pentingnya niat yang kuat dalam berpuasa, menahan hawa nafsu, menjaga perbuatan dan pikiran, serta mampu mengatur waktu dengan baik agar tetap fokus belajar. Dengan begitu, puasa yang dijalankan akan terasa lebih bermakna dan berkah.

Menurut Bapak Ferli, salah satu penyebab siswa merasa lemas dan kurang responsif saat berpuasa adalah kebiasaan begadang, seperti bermain game setelah salat tarawih atau tidak langsung beristirahat. Kurangnya waktu tidur dapat mengurangi energi dan konsentrasi saat menjalankan ibadah maupun belajar di sekolah. Beliau berpesan agar siswa memperkuat iman, jauhi larangan, dan manfaatkan bulan Ramadhan untuk memperbanyak kebaikan agar puasa menjadi lebih berkah.* (Ayub dan Tabitha)