*Cerpen* edisi November 2025

BULETIN NOVEMBER 2025

Kenny Dwi Buana

11/28/2025

Di tengah hiruk-pikuk kota, Aulia menatap layar ponselnya. Berita tentang Hari Pahlawan muncul dengan foto para veteran yang tersenyum di tugu peringatan. Seketika hatinya tergerak. “Kalau mereka bisa berjuang demi bangsa, aku harus bisa berjuang demi mimpiku,” gumamnya.

Aulia adalah siswi biasa dengan cita-cita besar: membuka perpustakaan gratis untuk anak-anak di kampung halamannya. Tapi jalan itu tidak mudah. Banyak orang meragukannya, mengatakan itu terlalu berat.

Hari itu, di sekolah, mereka mengadakan lomba karya tulis tentang pahlawan. Aulia menulis kisah tentang pahlawan masa kini—orang-orang yang berjuang tanpa pamrih, yang memulai dari hal kecil tapi memberi dampak besar. Saat ia membaca tulisannya di depan kelas, matanya berbinar. Teman-temannya terdiam, terkesan.

“Bangkitkan semangat juang,” kata guru sejarah, menepuk bahunya. “Pahlawan tidak hanya di masa lalu. Hari ini, kamu juga bisa menjadi pahlawan bagi sesama.”

Aulia tersenyum. Ia tahu jalan masih panjang, tapi hatinya sudah teguh. Semangat juang para pahlawan masa lalu kini mengalir dalam dirinya. Mimpinya, yang dulu terasa mustahil, kini mulai tampak nyata.

Di Hari Pahlawan itu, Aulia belajar satu hal: berjuang bukan soal menjadi yang terbesar, tapi tentang berani memulai, berani berkorban, dan tidak pernah menyerah pada mimpi.

Jejak Pahlawan di Hari Ini

Kenny Dwi Buana

11/28/2025