*Cerpen* edisi Mei 2026
BULETIN MEI 2026
Aisyah Althafunnisa Bakti
5/29/2026
Matahari baru saja menampakkan sinarnya di ufuk timur, namun ARSA sudah berdiri di tepi sungai berarus deras. di seberang sekolah. Ya, bagi ARSA, anak seorang buruh tani di pelosok desa kecil, jembatan gantung reyot yang membentang di atas sungai adalah satu-satunya jalan menuju masa depan yang lebih baik.
Setiap hari, arsa harus berjalan kaki sejauh lima kilometer menembus kabut yang sangat dingin melewati jalan yang sangat licin.
Sepatunya sudah kusam, bahkan bagian perutnya lapar karena ia hanya sempat minum air putih sebelum berangkat. Namun, jauh lebih besar daripada rasa lapar yang mendera.
Di sekolah yang sangat sederhana, ARSA dikenal sebagai siswi yang pintar cerdas baik dan gagah. Ia slalu duduk di barisan paling depan, mendengarkan setiap guru memberikan penjelasan dengan mata yang penuh harapan. Keesokan harinya bu dini, memberikan pengumuman penuh untuk melanjutkan kuliah di ibu kota provinsi.
"Pendidikan adalah jembatan terbaik untuk mengubah nasibmu dan mengangkat derajat keluargamu, ARSA. Jangan biarkan kemiskinan menghentikan mimpimu,"
pesan buk dini suatu sore ketika melihat ARSA termenung di perpustakaan.
Arsa belajar lebih keras dari biasanya karena ia mendengar pesan itu terpatri kuat di dalam hati nya ia membaca buku stiap ia minjam di perpustakaan, soal soal latihan. Hari" ujian pun datang. Di tengah malam yang temaram, di bawah cahaya lampu yang berkedip", arsa trus merajut asa di atas kertas ujiannya.
Dua minggu kemudian, pengumuman kelulusan dan penerimaan beasiswa ditempel di mading sekolah itu. Jantung ARSA berdetak" saat melihat deretan nama tersebut. Dan ternyata namanya terurut di urutan pertama!, dan ia berhasil meraih impiannya untuk jadi kuliah.
Kini sepuluh tahun telah berlalu. ARSA yang dulu harus nyebrang jembatan gantung reyot, kini melangkah mantap di panggung sebuah universitas ternama., mengenakan toga sambil tersenyum bahagia.
Ia telah menjadi seorang arsitek muda yang sukses, sekarang Arsa berhasil membuktikan bahwa dirinya berhasil dan bukanlah sekedar deretan angka atau teori di dalam kelas saja. Pendidikan adalah jembatan nyata yang memebawanya melompati jurang kemiskinan, merangkai impian dan membangun masa depan yang bersih dan baik
JEMBATAN DI ATAS AWAN
Aisyah Althafunnisa Bakti
5/29/2026
