*Cerpen* edisi Januari 2026

BULETIN JANUARI 2026

Kenny Dwi Buana

1/30/2026

Aroma kopi bubuk tercampur udara dingin sisa hujan semalaman tercium diseluruh ruangan menyambut Mika yang baru saja terbangun dari tidurnya. Ia menggeliat merentangan kedua tangan mencari kesadatran tubuhnya. Kemudian Ia membuka jendela kamarnya, udara sejuk terasa dikulitnya. Ia melirik ke kalender diatas meja belajar disudut kamar sudah berubah angka "1 Januari 2026" menampakkan lembaran baru yang masih putih bersih. Belum ada agenda apapun yang sudah terencana.

Mika adalah seorang siswi dari SMP Negeri 19 Kota Bengkulu. Ia merupakan salah satu siswa yang cukup berprestasi terutama dalam hal menulis cerita. Berbagai cerita sudah pernah ia tulis, bahkan setiap bulannya di posting di salah satu bulletin sekolahnya. Tahun lalu bukanlah tahun yang mudah bagi Mika. Ia belajar dari kesalahan yang dilakukan pada tahun lalu. Kegagalan demi kegagalan sempat membuatnya ingin berhenti bermimpi menjadi seorang penulis. Namun saat menatap kalender baru itu, ada perasaan aneh yang merayap di dalam dadanya keyakinan yang muncul entah dari mana.

Ia segera beranjak dari jendela, kemudian mengambil buku catatan bersampul kuning miliknya. Mika mulai menulis bukan lagi daftar keluhan atau tentang kisah Mika melainkan tentang tujuan besar yang ingin dicapai tahun ini. Ia juga melihat ada satu buku catatan berisi tentang hasil diskusi dengan guru pembimbingnya tentang judul-judul cerita yang akan ia kerjakan di tahun ini.

Dengan penuh semangat Mika mulai menuliskan cerita sesuai dengan tema pada bulan Januari. Ide-ide cemerlang sudah menunggu untuk dituliskan. Ia tersenyum dan optimis bahwa tulisannya akan diterima. Ia harus segera menyelesaikan tulisannya karena besok Ia akan menemui guru pendampingnya untuk merevisi tulisan yang Ia buat. Tak terasa hari sudah mulai sore. Selembar cerita sudah siap ditulis. Mika tersenyum dan membuang napas lega.

Esoknya Mika berangkat sekolah dan membawa cerita yang sudah ditulis kemarin. Ketika bel istirahat berbunyi Mika segera pergi menemui guru pendampingnya. Guru pendamping mulai membaca tulisan Mika. Mereka sama-sama berdiskusi ketika ada kata dan kalimat yang sedikit keliru. Guru memuji bagaimana Mika menulis dengan semangat. Bahkan tulisannya sudah termasuk baik untuk anak yang masih duduk di bangku SMP.

“Kamu akan menjadi penulis yang hebat. Asah terus kemampuanmu. Jangan cepat berpuas diri ya nak. Belajar terus. Baca buku sebanyak mungkin. Saya percaya kemampuanmu akan membuahkan hasil yang lebih lagi dimasa depan”. Kata ibu guru pendamping memujinya.

“Terimakasih banyak bu atas bimbingannya. Mika janji akan lebih giat lagi”. Jawab Mika dengan santun.

Cerita yang sudah direvisi sudah siap untuk diterbitkan. Ada rasa bahagia dan bangga membuncah. Ia berharap teman-teman yang lain akan menikmati cerita tersebut dan menjadi motivasi juga bagi teman-temannya untuk sama-sama belajar dan bertumbuh.

Januari datang, cerita untuk bulletin edisi terbarupun sudah siap. Mika tersenyum bahagia.

LANGKAH PERTAMA DI JANUARI

Kenny Dwi Buana

1/30/2026