*Cerpen* edisi Desember 2025

BULETEIN DESEMBER 2025

Kenny Dwi Buana

12/19/2025

Di sudut perpustakaan SMPN 19 Kota Bengkulu, Alya duduk menatap buku kosong. Ketua OSIS itu baru saja melemparkan satu ide yang membuat suasana hening.

“Bagaimana kalau kita bikin buletin sekolah?”

Raka, siswa yang gemar menulis, langsung mengangguk ragu. Nisa yang hobi menggambar hanya tersenyum kecil, sementara Dimas, si jago desain, sudah membayangkan halaman penuh warna. Ide itu sederhana, tapi cukup untuk memulai sesuatu yang besar.

Hari-hari awal terasa berat. Alya sibuk membagi tugas, Raka berkutat dengan berita sekolah, Nisa sering menghapus sketsanya sendiri, dan Dimas berdebat soal tata letak. Di sela-sela itu, Bu Ratna, guru Bahasa Indonesia, kerap datang memberi arahan, ditemani Pak Andi, penjaga perpustakaan yang setia menyediakan tempat dan senyum.

Edisi pertama buletin akhirnya terbit. Sinta dan Bima, siswa lain yang menjadi kontributor, membantu membagikan buletin di lapangan. Beberapa siswa hanya melirik, sebagian membaca dengan penasaran. Meski sederhana, buletin itu berhasil membuat mereka percaya diri.

Bulan demi bulan berlalu. Buletin berkembang bersama mereka. Ada liputan lomba, puisi, hingga cerita pendek. Bu Rini, wakil kepala sekolah, sempat memuji karya mereka saat upacara. Kalimat itu menjadi penyemangat terbesar.

Saat satu tahun berlalu, tim buletin berkumpul kembali di perpustakaan. Mereka membuka edisi pertama dan tertawa melihat kekurangannya. Namun di sanalah tersimpan perjalanan—tentang kerja sama, keberanian, dan mimpi yang tumbuh perlahan.

Buletin SMPN 19 Kota Bengkulu bukan hanya kumpulan kertas. Ia adalah cerita tentang mereka yang berani menggerakkan ide hingga menjadi karya.

Lembar-Lembar yang Tak Pernah Diam

Kenny Dwi Buana

12/19/2025